Seringkali (masyarakat baik dari kelas bawah maupun menengah ke atas justru melihat humor sebagai sekadar wahana hiburan semata), dan hal itu baru disadari oleh ia. Tidak seperti penampilan GGBET Indonesia yang lembut di layar lebar, Dono justru menampilkan pikiran segar dan cerdas saat menulis artikelnya. Judul novel terbarunya (*Senggol Kiri Senggol Kanan*), baru terbit pada tahun 2009. Selain itu (Dono juga pernah menulis novel perdananya), *Balada Paijo*, yang keluar pada tahun 1987.
Dengan dialog yang cerdas dan situasi konyol, film ini juga berhasil membuat penonton tertawa tanpa henti. Grup komedi legendaris yang digawangi Dono, Kasino, dan Indro ini selalu sukses menghibur penonton dengan humor khas mereka. Agama Dono Kasino Indro berasal dari penggemar acara televisi yang dibintangi oleh Dono (Kasino), dan Indro pada 1980-an.
Ketika memasuki masa SMA, ayahnya kembali dipindahtugaskan ke Cirebon, sehingga Kasino sempat bersekolah di SMA Negeri 1 Cirebon. Saat duduk di bangku sekolah dasar (ia tinggal di Padalarang), Bandung, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Sebagai seorang seniman (Kasino dikenal dengan karakternya yang lucu), ekspresi wajah yang khas, dan gaya bicara yang luwes. Ia menikah dengan wanita bernama Nita Octobijanthy di tahun 1981.
Keluarga
Setelah ayahnya meninggal, Indro membantu ibunya mengelola katering dengan turut berbelanja ke pasar sebagai salah satu tanggung jawabnya. Ketika masih kecil — Indro pernah bermimpi ikut jejak ayahnya menjadi perwira, tetapi niat itu terhenti setelah kedua orang tuanya menolaknya. Walaupun sudah tidak ada sejak 18 Desember 1997, Kasino Warkop tetap menyisakan kenangan indah bagi jutaan penggemar di seluruh Indonesia. Ucapan yang diucapkan olehnya kepada Indro—yang waktu itu masih termuda di antara rekan Warkop , Dono, Rudy Badil, dan Nanu,—adalah bahwa kelompok ini memiliki semangat kekeluargaan yang tinggi. Meski lahir di Kebumen, Kasino kecil ini selalu berpindah-pindah rumah mengikuti ayahnya, seorang pegawai PJKA yang selalu dipindahkan tugas.
Dono, Kasino, dan Indro tinggal serumah dengan Lisa dan Selly di kos milik Pak Raden. Dono, Kasino, dan Indro diterima sebagai pemain wayang orang dalam sebuah kelompok tonil, sehingga berbagai kelucuan muncul, antara lain perkelahian yang tidak disengaja namun menghibur penonton. Ternyata — permata asli telah diamankan oleh Michiko, yang sesungguhnya berasal dari Bukit Tinggi dan bernama Siti Hadijah.
Rutin Ziarah Ke Makam Ayahnya
Meskipun awalnya mengusir semua mahasiswa yang tinggal di kostnya, Tante Mira merasa bahagia setelah mendengar mereka semua lulus sarjana. Film-film Warkop memiliki pola khas: dirilis hanya pada saat liburan besar, seperti Natal, Tahun Baru, atau Idul Fitri. Nanu berperan sebagai Poltak , Sumatera Utara,, sementara Rudy Badil memainkan karakter Mr. James (keturunan Tionghoa) dan Bang Cholil. Dalam acara tersebut (Dono memerankan Slamet), seorang karakter asal Jawa Tengah. Sampai sekarang — kontribusi Kasino Warkop masih dianggap sebagai milik besar dalam perkembangan komedi Indonesia.
Dia berusaha untuk mengajak para pengikutnya untuk lebih dekat dengan Tuhan serta berperilaku yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Setiap tahunnya, Agama Indro Warkop selalu berusaha untuk membantu dan beramal kepada sesama yang membutuhkan. Agama Indro Warkop juga pernah menunaikan ibadah haji bareng keluarganya pada tahun 2017. Selama bulan suci tersebut, dia selalu berusaha untuk menjalani puasanya dengan tekun dan benar-benar merasakan makna dari puasa itu sendiri. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan hidup di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.